Dairi – Indonesia24News.com
Karena ikut orangtuanya mengungsi ke Sidikalang. Puluhan anak anak pelajar tidak sekolah.Hal ini hendaknya menjadi perhatian serius bagi semua pihak untuk menyikapinya agar tidak berlarut larut demi pendididikan generasi muda dari desa Parbuluan VI ini.
Sejak terjadinya perusakan rumah Kepala Desa Parbuluan VI dilakukan oleh sejumlah massa, Sabtu(7/11) membuat kondisi desa dianggap mencekam.
Akibat kejadian itu, puluhan warga Desa Parbuluan VI Kabupaten Dairi merasa ketakutan selanjutnya, membawa sanak keluarganya mengungsi untuk mencari keadilan ke Polres Dairi sejak saat itu hingga sekarang.
Meninggalkan kampung halaman karena merasa terancam. Felicia, Chelsea dan Enjel, masing masing murid Kelas IV Sekolah Dasar.
Mengaku sudah dua hari gak bersekolah karena sedang berada di tempat pengungsian di GOR Sidikalang ” kami rindu suasana sekolah seperti selama ini” ujar mereka.
Ketika ditanya kenapa enggak pulang aja ke kampungnya biar sekolah kembali seperti biasa mereka menjawab takut pulang ke desa Parbuluan VI.
Tiga anak ini telah menjadi korban ke tidak nyamanan tinggal di desa untuk sementara akibat ulah segelintir oknum yang ingin menunjukkan rasa egonya.
Perusakan rumah dilakukan diduga erat kaitannya dengan tidak sukanya mereka keberadaan PT Gruti
“Anehnya mereka gak suka sama perusahaan tersebut namun rumah saya dihancurkan dan keluarga saya diancam”
Kejadian ini menurut Parasian Nadeak agak diluar logika dan diluar nalar akal sehat, Dan untuk menjawabnya diharapkan ketegasan pihak Polres Dairi untuk membuka tabirnya untuk mengetahui siapa dalangnya dibalik semua kejadian ini, tegasnya.
Sampai kapan keadilan terwujud dan pihak Polres Dairi mengambil tindakan tegas oknum oknum pembuat rusuh dan teror? Agar anak anak pelajar bisa bersekolah lagi tidak takut trauma pulang ke desanya di Parbuluan VI Kecamatan Parbuluan (gnt)





























