KARO SUMUT, Indonesia24News.net| Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten ( Sekdakab) Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP, M.M yang berjudul Optimalisasi Operasi Pasar,Rabu (15/04/2026) namun terkesan lebih ke pembahasan terkait ” Pasar tradisional Pajak Roga yang sudah beroperasi setiap hari.
Rapat di Ruang Rapat Rukun Sembiring Lantai II Kantor Bupati ini membahas polimik Pajak Roga dan Pajak Dolat Rayat ( Lau Gendek) ini menuai kritik ke Pemerintah, dan berharap Pemerintah lebih fokus ke stabil harga pertanian daripada melakukan survei yang akhirnya menciptakan suasana yang terkesan membenturkan.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu pengurus pengelola Pasar tradisional pajak Roga Tambak Tarigan, terkait Pasar Pajak Roga beroperasi setiap hari, ini adalah inisiatif pelaku pasar, kami pengelola hanya diberitahu, karena awalnya pun, pelaku pasar juga yang memberi informasi, kalau ada oknum dari Disprindag Kabupaten Karo yang melakukan cek ke lapangan, dan isu berkembang, Pajak Roga akan tutup hari rabu.
Kami selama ini nyaman, aman dan tentram dengan pajak Lau Gendek ( Pasar Dolat Rayat), tidak pernah ada masalah, kami juga masih ikatan keluarga, jadi jangan benturkan kami, dan ini ada seperti mediasi, seolah olah kami ada masalah.” Pungkas Tambak Tarigan.
Hal ini juga dikatakan oleh Pengurus Pengelola Pasar Dolat Rayat, kehadiran kami kemari berharap ada solusi dan terobosan dari Pemerintah, kami tidak pernah ada masalah dengan saudara kami Pengurus Pajak Roga, jadi kami minta jangan buka ruang konflik diantara kami.” Katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Kadisprindag) Kabupaten Karo, Sarjana Purba membantah kalau beliau ada perintahkan anggotanya melakukan survei, namun demikian mewakili staf staf saya, saya sebagai Kepala Dinas meminta maaf kepada pengelola Pajak roga dan juga pelaku pasar, serta masyarakat.” Ucapnya.
Sekda Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting berharap ada solusi, mari saling suport, kami juga tahu keputusan ada di pelaku pasar, kita masih bersaudara, sama sama maju” Katanya.
Sementara salah satu warga Berastagi, PG sangat menyayangkan permasalahan ini yang hanya menambah resah masyarakat, ini hanya cek ombak, tapi kala ombak membesar, ombaknya diarahkan ke pedagang, lebih bernilai kalau Disprindag fokus permasalahan harga, cari solusi agar harga pertanian stabil.
Meningkatkan daya saing industri kecil, menengah dan besar melalui pembinaan teknis dan manejemen, pengembangan perdagangan, dalam negeri ekspor/impor dan sarana distribusi, ketimbang menggodok godok pajak yang dulunya sudah tersistem, dengan aman dan lancar.”Tutupnya.
Penulis : RANIWATI SITUKKIR.





























