Dari Makan Kerupuk hingga Tarik Tambang: Kuta Buluh Rayakan HUT RI dengan Penuh Keceriaan

- Redaksi

Minggu, 17 Agustus 2025 - 14:01 WIB

50253 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE | Suasana riang dan penuh keakraban menyelimuti halaman kantor Desa Kuta Buluh, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, pada Minggu (17/8/2025). Ratusan warga dari berbagai usia memadati lokasi untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sorak-sorai, gelak tawa, dan tepuk tangan berulang kali pecah ketika perlombaan tradisional dimulai, menjadikan perayaan ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan ruang kebersamaan yang menyatukan seluruh warga desa.

Sejak pagi, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa bersemangat mengikuti berbagai lomba khas peringatan kemerdekaan. Lomba makan kerupuk, tarik tambang, balap karung, hingga memasukkan paku ke dalam botol silih berganti digelar, menghadirkan keceriaan yang menular pada penonton. Lomba joget menjadi puncak perhatian. Dengan iringan musik tradisional dan lagu-lagu populer, peserta berjoget spontan, memicu tawa bahagia warga yang menonton. Bagi banyak orang, momen itu mengingatkan pada tradisi masa kecil, ketika lomba sederhana menjadi perekat kehidupan kampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Kuta Buluh, H Muhammad Ramli, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat menjaga kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air. Ia mengajak warga untuk memaknai perayaan kemerdekaan bukan hanya sebagai ritual tahunan, melainkan juga pengingat jasa para pahlawan dan warisan semangat gotong royong. Menurutnya, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus tumbuh dengan nilai kebersamaan dan cinta tanah air yang diwariskan melalui kegiatan semacam ini.

Keceriaan tampak jelas di wajah para peserta. Siti Aminah, siswi berusia 15 tahun, mengaku senang bisa ikut lomba joget yang penuh gelak tawa. Ia merasa seperti sedang berkumpul bersama keluarga besar. Hal serupa diungkapkan Rudi Hartono, warga berusia 40 tahun yang datang menonton bersama keluarganya. Ia menilai perayaan ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengingatkan kembali betapa pentingnya menjaga semangat kemerdekaan di tengah kehidupan sehari-hari.

Panitia pelaksana yang terdiri dari karang taruna dan perangkat desa bekerja keras menyiapkan acara sejak jauh hari. Hadiah sederhana berupa alat tulis, perlengkapan rumah tangga, hingga voucher belanja disediakan untuk memotivasi peserta. Bagi mereka, bukan besarnya hadiah yang utama, melainkan kebahagiaan warga yang terlibat aktif dalam kegiatan desa. “Yang paling penting adalah suasana kebersamaan. Kalau anak-anak senang, berarti tujuan kami tercapai,” ujar Ahmad Fauzi, Ketua Panitia.

Selain perlombaan, masyarakat juga disuguhkan penampilan seni budaya lokal. Tarian tradisional yang dibawakan kelompok pemuda desa menambah warna perayaan, sekaligus menjadi pengingat akan kekayaan budaya yang perlu terus dijaga. Dukungan dari tokoh masyarakat semakin memperkuat penyelenggaraan kegiatan ini. Mereka berharap tradisi perayaan HUT RI seperti di Kuta Buluh dapat terus berlanjut dan berkembang dengan inovasi baru, sehingga semakin mengakar dalam kehidupan warga.

Haji Abdullah, salah seorang tokoh masyarakat, menyebut peringatan ini sebagai simbol kebersamaan yang nyata. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat identitas warga sebagai bagian dari bangsa yang besar. “Inilah cara kami merawat semangat kemerdekaan, bukan hanya dengan mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga dengan menjaga persatuan dan kebersamaan hari ini,” ujarnya.

Peringatan HUT RI ke-80 di Desa Kuta Buluh menjadi potret sederhana tentang bagaimana kemerdekaan diperingati di akar rumput. Melalui lomba tradisional dan kegiatan budaya, masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya hidup dalam simbol, melainkan dalam tindakan nyata menjaga persatuan dan kebersamaan. Di tengah sorak sorai dan tawa anak-anak, kemerdekaan menemukan wajahnya: hangat, akrab, dan penuh harapan bagi masa depan.

Laporan : Edi Sahputra

Berita Terkait

Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Beras untuk Personel, Wujud Kepedulian Nyata dari Pimpinan
Latihan Bersama Polres Aceh Tenggara dan Perbakin, Tingkatkan Profesionalisme dan Kemahiran Menembak Personel
Polres Aceh Tenggara Hadirkan Harapan di Tengah Banjir, 365 Paket Bantuan Disalurkan untuk Warga Ketambe dan Salim Pinim
Sat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara Ringkus Pelaku Sabu di Pondok Kebun, Barang Bukti Disembunyikan di Bawah Pohon Pinang
Dua Petani di Aceh Tenggara Tertangkap Tangan Miliki Sabu, Sempat Buang Barang Bukti Saat Digerebek
Jumat Berkah Penuh Makna, Polres Aceh Tenggara Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Banjir Ketambe
Kapolres bersama Forkopimda Aceh Tenggara Turun Langsung Salurkan Sembako untuk Warga Tanoh Alas
Polres Agara berhasil mengamankan Paruhbaya pengguna Sabu

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:20 WIB

Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda

Minggu, 12 April 2026 - 02:57 WIB

Tunjukkan Komitmen..!!! Rutan Kabanjahe Bersama TNI, Polri, dan BNN Gelar Razia Blok Hunian”

Rabu, 8 April 2026 - 10:18 WIB

Pusat Pembesar Alat Vital Jakarta H.Abdulazis Langsung Terbukti Ditempat

Kamis, 2 April 2026 - 18:03 WIB

Pansus 15 LKPJ Pembahasan LKPJ Wali Kota TA 2025 Diberikan Target Selesai 30 Hari

Rabu, 1 April 2026 - 16:36 WIB

Investasi Bandung 2025 Lampaui Target, Tembus Rp11,9 T

Senin, 30 Maret 2026 - 23:38 WIB

Ahli Pembesar Kejantanan Pria Bandung H.Abdulazis Atasi Lemah Syahwat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:35 WIB

Dugaan Pemerasan dan Pengancaman oleh Oknum Wartawan Terhadap Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Berujung Proses Hukum

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:21 WIB

Seruan Deklarasi Besar Simpul Kemelayuan dan Elemen Masyarakat, Bersatu Memperjuangkan Tanah Ulayat dan Hak Masyarakat Adat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!