Warga Soroti Kondisi Pasar Girian, Desak Pemerintah Segera Bertindak

sofyan

- Redaksi

Rabu, 24 September 2025 - 14:24 WIB

5074 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BITUNG | Indonesia24news.net

Aktivitas di Pasar Girian kembali menuai sorotan warga. Ramainya transaksi jual beli membuat kawasan ini semakin semrawut, terutama karena banyak pedagang berjualan di badan jalan dan trotoar yang seharusnya dipakai pejalan kaki maupun kendaraa

Sejumlah warga menyampaikan keresahan ini. Mereka menilai pemerintah perlu segera turun tangan untuk melakukan penataan agar pasar tetap berjalan, tetapi tidak merugikan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alo Pulukadang, salah satu warga yang tinggal di kawasan Pasar Girian, mengaku kondisi saat ini sudah menyulitkan masyarakat yang ingin berbelanja.

“Masuk belanja sekarang susah, karena banyak pedagang memakai badan jalan. Kalau memang sulit ditata, lebih baik dipindahkan saja,” ujarnya.

Keluhan serupa juga datang dari warga lain. Mereka menilai kondisi jalan di sekitar pasar menjadi sempit, becek, dan sulit dilalui kendaraan.

“Jalan itu seharusnya untuk kendaraan dan pejalan kaki, bukan dipakai jualan. Akhirnya masyarakat yang dirugikan,” kata seorang warga.

Meski begitu, ada juga warga yang mengingatkan agar pemerintah tetap melakukan penataan dengan cara yang humanis.

“Kalau mau ditertibkan, harus diawali dengan sosialisasi dan komunikasi yang baik. Jangan langsung pakai aparat, nanti malah menimbulkan ketakutan,” ungkap warga lainnya.

Selain penataan pedagang, warga juga mengusulkan agar jam lalu lintas di sekitar pasar diatur. Misalnya, kendaraan hanya boleh masuk di luar jam sibuk pasar.

“Kalau kawasan itu memang untuk pasar, ya harus ada aturan jelas. Kendaraan bisa masuk malam hari sampai subuh saja,” usul seorang warga.

Ada juga yang menyarankan agar bangunan di sekitar kawasan Cakalang Fufu bisa dimanfaatkan sebagai pasar tambahan. Dengan begitu, beban Pasar Girian bisa terbagi dan tidak lagi menumpuk di satu titik.

Masyarakat kini menunggu langkah nyata dari pemerintah. Harapan mereka, Pasar Girian bisa lebih tertata sehingga aktivitas perdagangan tetap lancar tanpa mengorbankan kenyamanan dan ketertiban umum.

“Jangan hanya dengar keluhan, tapi segera wujudkan solusi. Pasar Girian adalah nadi ekonomi warga, jadi harus ditata demi kepentingan bersama,” tegas seorang warga

Berita Terkait

Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda
Pengobatan Alternatif Rajeg Tangerang H.Abdulazis Atasi Lemah Syahwat
Tunjukkan Komitmen..!!! Rutan Kabanjahe Bersama TNI, Polri, dan BNN Gelar Razia Blok Hunian”
Pusat Pembesar Alat Vital Jakarta H.Abdulazis Langsung Terbukti Ditempat
Pansus 15 LKPJ Pembahasan LKPJ Wali Kota TA 2025 Diberikan Target Selesai 30 Hari
Investasi Bandung 2025 Lampaui Target, Tembus Rp11,9 T
Ahli Pembesar Kejantanan Pria Bandung H.Abdulazis Atasi Lemah Syahwat
Dugaan Pemerasan dan Pengancaman oleh Oknum Wartawan Terhadap Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Berujung Proses Hukum

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:20 WIB

Liga SSB U-17 “Sultan Fatah Cup” 2026: Wadah Pembinaan dan Pemersatu Generasi Muda

Minggu, 12 April 2026 - 02:57 WIB

Tunjukkan Komitmen..!!! Rutan Kabanjahe Bersama TNI, Polri, dan BNN Gelar Razia Blok Hunian”

Rabu, 8 April 2026 - 10:18 WIB

Pusat Pembesar Alat Vital Jakarta H.Abdulazis Langsung Terbukti Ditempat

Kamis, 2 April 2026 - 18:03 WIB

Pansus 15 LKPJ Pembahasan LKPJ Wali Kota TA 2025 Diberikan Target Selesai 30 Hari

Rabu, 1 April 2026 - 16:36 WIB

Investasi Bandung 2025 Lampaui Target, Tembus Rp11,9 T

Senin, 30 Maret 2026 - 23:38 WIB

Ahli Pembesar Kejantanan Pria Bandung H.Abdulazis Atasi Lemah Syahwat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:35 WIB

Dugaan Pemerasan dan Pengancaman oleh Oknum Wartawan Terhadap Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Berujung Proses Hukum

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:21 WIB

Seruan Deklarasi Besar Simpul Kemelayuan dan Elemen Masyarakat, Bersatu Memperjuangkan Tanah Ulayat dan Hak Masyarakat Adat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!