Sidikalang-Indonesia24News.Com
Pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Kabupaten Dairi meninggal dunia karena tidak mendapat SISRUTE (Sistim Rujukan Terintegrasi) rujukan ke Rumah Sakit lain di Medan.
Peristiwa itu terjadi ketika satu pasien atas nama Tiamsa Banjarnahor (78) meninggal dunia (18/1-2026) saat menjalani perawatan karena tidak mendapat SISRUTE rumah sakit rujukan yang dituju. Namun entah kenapa meninggalnya pasien viral di salah satu FB atas nama Landen Landen
dr Mei Direktur Rumah Sakit Umum Sidikalang ketika dikonfirmasi, Minggu (18/1) menyayangkan viralnya video itu tanpa tau kebenaran sesungguhnya terjadi.
Dijelaskan lagi upaya rujukan telah diupayakan melalui SISRUTE namun kondisi pasien memburuk dan belum ada satupun Rumah Sakit rujukan di Medan menyatakan kesediaan menerima pasien. Dan hal itu telah dijelaskan kepada keluarga pasien di desa Perrik Mbue, ujarnya.
Direktur RSU Sidikalang lebih rinci menjelaskan kronologinya sebagai berikut:
kronologi pasien
Nama : Ny. T. B
Umur : 78 tahun
Alamat : Perik Mbue, Pegagan Hilir
Tanggal 5 Januari 2026
Pukul 00:43:43
Pasien dtg ke IGD RSUD Sidikalang dengan keluhan menggigil sejak dari medan karena pasien baru dibawa pulang berobat dari medan yang menurut keluarga pasien sebelumnya sudah dibawa berobat rawat inap dari RS Dhiloon di Medan, Terdapat ruam kulit terkelupas seluruh tubuh, bersisik, kering yg sudah dialami sejak 1 bulan sebelum ke rumah sakit dan di Medan riwayat Pulang Atas Permintaan Sendiri. Pasien sebelum muncul ruam kulit terkelupas, riwayat berobat ke bidan diberi antibiotic cefadroxil .
Oleh petugas dokter IGD dan perawat IGD dilakukan pemeriksaan terhadap pasien.
Setelah pasien dilakukan pemeriksaan oleh dokter IGD, dilakukan pemeriksaan laboratorium lalu pasien dikonsulkan ke dokter spesialis penyakit dalam dan diberikan pengobatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien .
Setelah diberikan terapi dan penanganan sesuai instruksi dokter spesialis penyakit dalam , pasien didorong ke ruangan rawat inap ruang melati.
Pukul 13:37:09
Pasien tiba di ruang melati dengan keluhan gangguan rasa nyaman dan terasa nyeri di seluruh tubuh.
Di ruang melati pasien dilakukan perawatan luka dan pemberian obat obatan sambil dipantau oleh tenaga kesehatan perawat yang bertugas di ruang melati dan tetap melakukan koordinasi dengan dokter spesialis penyakit dalam sebagai penanggung jawab pasien tersebut.
Pukul 15:57
Dokter spesialis penyakit dalam melakukan pemeriksaan terhadap pasien dan menganjurkan agar pasien dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik Medan namun keluarga merundingkan terlebih dahulu.
Tanggal 06 Januari 2026
Saat melakukan pemeriksaan terhadap pasien, anjuran dokter spesialis penyakit dalam tetap merujuk pasien ke Adam Malik, keluarga masih berunding
Tanggal 7 Januari 2026
Pasien dilakukan perawatan dan penanganan, keadaan pasien mulai perbaikan, dan anjuran rujuk ke Medan oleh dokter spesialis penyakit dalam tetap dianjurkan tapi keluarga masih berunding.
Tanggal 8 Januari sampai dengan 12 Januari 2026
Menurut pemeriksaan oleh dokter spesialis penyakit dalam terdapat perbaikan keadaan tubuh pasien dan oleh dokter spesialis penyakit dalam anjuran ke pasien diperbolehkan untuk berobat jalan dimana pasien dianjurkan untuk melakukan kontrol ke RSUD Sidikalang kembali pada tanggal 14 Januari 2026 dan direncanakan untuk dirujuk lebih mudah melalui rawat jalan poliklinik untuk dirujuk ke Medan, namun pasien tidak datang untuk kontrol.
Tanggal 15 Januari 2026
Pukul 06:41:13
Pasien datang diantar keluarga ke IGD RSUD Sidikalang dengan keluhan menggigil sejak 2 hari sebelum ke rumah sakit, dan memberat pagi sebelum berangkat ke rumah sakit. Terdapat ruam di kulit seluruh tubuh terkelupas, bersisik. Riwayat pasien disemburkan sirih ke seluruh area tubuh di rumah oleh keluarga pasien. Riwayat mual di rumah ada, muntah ada, batuk sesekali.
Oleh petugas IGD, pasien dipasang Oksigen, Dilakukan pemeriksaan terhadap pasien oleh tim IGD baik dokter IGD maupun perawat IGD, lalu dilakukan pemeriksaan laboratorium dan pasien dikonsulkan kepada dokter spesialis penyakit dalam, diberikan pengobatan sesuai dengan instruksi dokter spesialis penyakit dalam dan pasien dianjurkan untuk dirujuk ke Medan.
Oleh dokter IGD disampaikan ke keluarga agar pasien dirujuk, keluarga bersedia. Sembari menunggu proses rujukan berhasil diterima oleh rumah sakit di Medan dimana berfokus kepada RSUP Haji Adam Malik Medan namun belum ada jawaban, persiapan ruangan rawat inap. Pada saat itu karena belum ada juga rujukan, maka pasien dianjurkan ke ruangan rawat inap, namun posisi pasien sedang membludak di rawat inap, sehingga pasien dilakukan perawatan di ruangan IGD, petugas IGD tetap melakukan proses perujukan melalui aplikasi SISRUTE namun belum ada rumah sakit yang menerima
Tanggal 16 Januari 2026
Pasien masih dirawat di IGD sampai pukul 21.35
Pukul 21.45 pasien didorong ke ruangan dahlia, dilakukan perawatan dan penanganan sambal petugas tetap melakukan sisrute perujukan pasien ke beberapa rumah sakit diantara nya : RS. Susana Wesli Medan, tidak ada balasan. RSP HAM Medan, anjuran pasien di ICU tapi ICU RSUP HAM Medan penuh, RS Imelda, Anjuran ICU tp full. RS Haji Medan, ruangan penuh. RS Bayangkara tidak ada dokter SPesalis Penyakit Dalam untuk Khusus KAI tidak ada. Murni Teguh Medan kelas 3 full. RS Hermina, full.
Tanggal 17 Januari 2026
Pasien tampak lemah, nyeri perut ada, mual dan muntah ada
Pasien tetap dilakukan perawatan dan dibawah pengawasan dokter spesialis penyakit dalam tetap menganjurkan pasien agar dirujuk ke RSUP HAM Medan. Keluarga bersedia untuk dirujuk secara BPJS tapi dari sisrute utk merujuk belum ada juga respon dari rumah sakit di medan.
Pukul 08.00 pagi
Petugas dinas pagi dahlia mengedukasi pasien terhadap rujukan rumah sakit yang belum ada merespon secara BPJS, lalu keluarga meminta agar pasien dirujuk sebagai pasien umum. Oleh petugas pagi, dihubungilah beberapa rumah sakit di medan untuk dirujuk secara umum diantaranya :
RS Colombia, minta deposit biaya kelurga berunding
RS Murni Teguh, minta deposit biaya, keluarga berunding
Secara BPJS tidak adanya rumah sakit yang menerima tempat rujukan pasien tersebut dan secara umum pun keluarga sudah di edukasi bahwa kedua rumah sakit diatas yaitu columbia dan murni teguh medan yang meminta uang muka tapi keluarga berunding untuk hal tersebut. Walaupun belum dirujuk ,pasien tetap dilakukan perawatan dan sambil petugas berkoordinasi dengan dokter spesialis penyakit dalam RSUD Sidikalang.
Pukul 23.00 WIB
Pasien mengeluhkan panas dan gatal di area seluruh tubuh, oleh petugas diberikan obat suntikan sesuai anjuran dokter spesialis penyakit dalam . Sambil petugas menjelaskan ke keluarga pasien agar keluarga mengambil keputusan terhadap proses perujukan pasien tersebut namun keluarga masih berunding jika harus dirujuk secara umum.
Tanggal 18 Januari 2026
Pukul 06.34
Pasien tampak lemah
Dikonsul ke dokter penyakit dalam pemberian obat tambahan, pemeriksaan kadar gula darah, anjuran tetap rujuk
Pukul 09.00
Keluarga meminta dengan bersikeras agar pasien dirujuk secara umum tanpa proses rujukan melalui sisrute dengan memakai ambulan rumah sakit. Oleh petugas ruang dahlia dan petugas ambulan mengedukasi keluarga bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan tanpa ada jawaban persetujuan rumah sakit rujukan walaupun itu sebagai pasien umum maupun BPJS yang dilakukan melalui SISRUTE.
Adapun keluarga meminta agar pasien tetap diberangkatkan tanpa menghubungi dan mendapat persetujuan rumah sakit rujukan di Medan, serta keluarga menghubungi ambulan dari luar RSUD Sidikalang
Pukul 10.17
Pasien mulai kesadarannya memburuk, oleh petugas ruangan dahlia memanggil dokter IGD untuk berkoordinasi dengan dokter spesialis penyakit dalam, diberikan tambahan obat obatan dan anjuran untuk masuk ke ruangan intensif
Pukul 11.14
Dokter sepsialis penyakit dalam melakukan pemeriksaan terhadap pasien sambil memantau untuk pasien didorong ke ruangan intensif namun karena ketidakstabilan kondisi pasien, pasien belum sempat didorong ke intensif pasien perburukan
Pukul 11.30
Pasien perburukan, dilakukan pompa jantung paru oleh dokter IGD dan petugas ruangan dahlia tapi tidak ada perbaikan
Pukul 11.45
Pasien dinyatakan meninggal dunia dihadapan pasien, keluarga dan petugas dokter IGD dan petugas ruangan dahlia (ginting)





























