Dairi-Indonesia24News.Com
Triliunan Rupiah Anggaran Dana BOS dikucurkan pemerintah pusat untuk program pendidikan 12 tahun agar para siswa generasi muda bangsa ini mendapat pendidikan gratis.
Namun terkadang anggaran jaminan pendidikan itu, banyak yang kurang jelas penggunaannya oleh para oknum Kepsek.
Agar anggaran BOS itu tepat sasaran. Yusuf,MΒ Manik, SH salah seorang pemerhati pendidikan Kabupaten Dairi, baru baru lalu membuat gebrakan mempertanyakan peruntukan anggaran dana BOS dan uang SPP murid TA.2024 dan 2025 di sekolah SMAN I Sumbul. Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi.

Sebagai pemerhati pendidikan di daerah penghasil kopi ini. Dia mempertanyakan anggaran dana BOS dan uang SPP TA.2024 dan 2025 lalu untuk mengetahui sejauh mana dilaksanakan pihak sekolah secara jujur dan bersih agar para murid bisa sekolah secara gratis.
Melalui Forum Masyarakat Peduli Asset dan Keuangan Kabupaten Dairi. Yusuf Manik,SH menyurati pihak pimpinan sekolah yang dimaksud untuk mempertanyakan kejelasan penggunaan anggaran dana BOS dan uang SPP TA.2025 lalu dan disebutkan,
Jumlah murid SMAN I lebih kurang 1169 siswa itu artinya pihak pemerintah menyalurkan anggaran 1.753.500.000 (Satu Miliar Tujuh Ratus Lima Puluh Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) pertahun dengan estimasi setiap siswa mendapat saluran dana BOS Rp.1.500.000 pertahun. Belum lagi plus uang SPP murid yang dikutip setiap bulannya.
” jika ditilik jumlah anggaran yang dikelola oleh pihak managemen tersebut, anggaran BOS dan uang SPP murid jumlahnya lebih dua Miliar Rupiah pertahunnya. Dan itu angka yang sangat fantastis” ujarnya.
Surat yang dilayangkan Yusuf M Manik, SH ke Sekolah yang dimaksud hingga sekarang dijelaskannya belum dijawab oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Sumbul Juliman Simarmata.
Dia berharap agar Kepala Sekolah membalas surat yang telah dilayangkan pihaknya dengan segera sesuai aturan UU KIP ujarya “dan jika itu gak dilakukan pihak sekolah pihak kita akan melayangkan somasi untuk berikutnya” tegas Yusuf Manik.
Sementara Juliman Simarmata Kepala Sekolah hinggga berita ini di lansir belum dapat memberikan klarifikasi terkait surat Forum Masyarakat Peduli Asset dan Keuangan Kabupaten Dairi tersebut berhubung belum bisa dihubungi (Ginting)
















