PAKPAK BHARAT – Keluarga besar Marga Berutu Lebbuh Kuta Kersik di Desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, hari ini melaksanakan upacara adat Menanda Tahun. Ritual tahunan khas masyarakat Pakpak ini digelar menjelang musim tanam sebagai wujud syukur sekaligus memohon keberkahan Tuhan Yang Maha Esa agar panen melimpah dan lingkungan tetap terjaga.
Inti upacara ini adalah menafsirkan petunjuk alam melalui pemeriksaan tubuh hewan kurban oleh tetua adat atau sibaso. Hasilnya menjadi pedoman jenis tanaman yang akan ditanam, serta larangan dan pantangan selama masa tanam. Selain nilai spiritual, tradisi ini mendorong keseragaman pola tanam di wilayah tersebut—memudahkan pengendalian hama, penyaluran pupuk bersubsidi dan bibit dari pemerintah, serta menjaga semangat gotong royong masyarakat.
“Tahun ini petunjuk menyuruh kita menanam page mbentar atau padi putih,” ujar Esmer Berutu selaku persinabul, didampingi Ketua Panitia Asli Berutu.
Kali ini ada kebaruan: usai upacara adat, seluruh peserta langsung melaksanakan penanaman padi bersama di lokasi pelaksanaan ritual.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pakpak Bharat Maringan Bancin, S.T., M.T., yang hadir mewakili Bupati, menyatakan dukungan penuh pemerintah terhadap pelestarian budaya asli daerah. “Kehadiran kami adalah bukti nyata dukungan Pemkab Pakpak Bharat. Semoga padi yang kita tanam tumbuh subur, panen melimpah, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat,” ucapnya disambut harapan warga.
















