CIANJUR – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur menjadi pusat perhatian dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di kawasan Puncak Resort, Sabtu (17/1/2026).
Dalam kolaborasi strategis ini, BAZNAS dipercaya penuh untuk mengelola dan menyalurkan donasi kemanusiaan dari ribuan ASN dan guru madrasah se-Kabupaten Cianjur.

Kehadiran BAZNAS di tengah ribuan massa bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai penjamin transparansi dan akuntabilitas dana bantuan yang dikumpulkan untuk korban bencana alam di Pulau Sumatera dan Jawa Barat.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cianjur, H. Ramlan Rustandi, menegaskan bahwa penyerahan pengelolaan donasi kepada BAZNAS adalah langkah untuk memastikan setiap rupiah dari peserta tersalurkan secara profesional.
“Kami mempercayakan pengelolaan donasi sepenuhnya kepada BAZNAS. Sebagai lembaga resmi, BAZNAS menjamin akuntabilitas dan transparansi. Kami hanya memfasilitasi pengumpulan massa, namun untuk penyaluran dan pelaporan resmi, semua berada di bawah otoritas BAZNAS sesuai skala prioritas wilayah bencana,” tegas H. Ramlan.
Pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur Bidang Pengumpulan, H. Aden Ali, menjelaskan bahwa aksi hari ini merupakan “Gelombang Kedua” dari rangkaian kepedulian BAZNAS untuk bencana nasional. Setelah sukses besar pada gelombang pertama, BAZNAS kembali bergerak dengan target yang terukur.
“Pada gelombang pertama, kami berhasil menghimpun hingga Rp500 juta dan sudah memberangkatkan tim perwakilan untuk meninjau langsung serta menyalurkan bantuan ke lokasi bencana di Sumatera. Untuk gelombang kedua di acara HAB ini, kami menargetkan tambahan donasi sebesar Rp200 juta,” ungkap H. Aden.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS berkomitmen untuk tidak hanya sekadar mengumpulkan dana, tetapi juga turun ke lapangan untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat.
“Alhamdulillah, kepercayaan keluarga besar Kemenag sangat luar biasa. Dana yang terkumpul dari para ASN dan guru madrasah hari ini akan segera kami proses untuk membantu saudara-saudara kita, baik yang ada di Sumatera maupun di wilayah Jawa Barat seperti Sukabumi dan Cianjur sendiri yang terdampak bencana,” lanjutnya.
(Red)





























