Sidikalang-Indnesia24 News.Com
Lebih kurang kurun waktu satu Minggu ini, terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan solar di sekitaran kota Sidikalang, Kabupaten Dairi.
Pemandangan miris terlihat hampir terjadi setiap hari saat pemilik kenderaan bermotor antri panjang lebih kurang 3 kilometer di SPBU Batang Beruh di Sidikalang.
Pemilik kenderaan truk, mobil dan sepeda motor mesti rela kena terik matahari demi mendapat BBM jenis solar, pertalite maupun jenis pertamax.
Pemantauan media ini. Selasa(2/12) ribuan kenderaan dari berbagai jenis terlihat antri berjam jam, mulai sejak pukul 5.00 Wib pagi hari hingga sore pukul 13.00 Wib sore hari hanya untuk mendapatkan BBM.
” Sudah lebih 7 jam saya antri. Sejak pukul 5.00 wib sudah berada di SPBU ini, hingga sekarang pukul 12.00 siang hari baru mendapatkan minyak” ujar salah seorang pengendara mobil kepada media ini.
Hal paling sedih dialami seorang ibu yang rela kena terik matahari lebih kurang 4 jam namun ketika giliran hendak mau diisi kedalam tangki kenderaannya. Pihak SPBU menyatakan BBM telah habis.
Pemandangan serupa terjadi di SPBU di Jalan Pakpak Sidikalang Kabupaten Dairi. Ribuan jenis kenderaan kelihatan antri hingga mencapai lebih kurang 3 kilometer.
Sementara penjual BBM ketengan di seputaran kota Sidikalang terlihat tutup karena tidak memiliki stock barang menambah kesulitan pemilik kenderaan.
“Kelihatannya jaman semakin lama semakin sulit. Hanya untuk membeli minyak kreta sebanyak 4 liter saja kita mesti antri ber jam jam. Apa gak semakin sulit” ujar Tobing pemilik kenderaan sepeda motor berlalu sambil menyeka keringatnya.
Harga BBM Pertalite Di Kios Ketengan Mencapai Rp30.000
Terbatasnya ketersediaan BBM di SPBU di Dairi membuat masyarakat pemiliki kenderaan meradang harga BBM perliter di seputaran Kecamatan Tigalingga naik tajam.Informasi yang berhasil dihimpun harga minyak kios ketengan yang masih memiliki stok BBM di Kecamatan Tigalingga disebutkan mencapai harga Rp.25.000 hingga Rp.30.000 per liter.
” itupun tidak semua pemilik kios ketengan memiliki stok BBM. Pokoknya terbataslah” kata warga masyarakat sekitar.
Kondisi ini menambah penderitaan rakyat kecil yang mesti membeli minyak dengan harga mahal dari biasanya. Hal ini hendaknya menjadi perhatian serius oleh Pemkab Dairi untuk mencari solusi dan segera untuk mengkoordinasikan dengan pihak Pertamina (Ginting)





























