PAKPAK BHARAT – Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara Dr. Asrif, M.Hum., mengajak seluruh masyarakat Pakpak untuk senantiasa bangga dan melestarikan bahasa Pakpak. Menurutnya, bahasa Pakpak harus diperlakukan setara dengan bahasa daerah lain di Sumatera Utara seperti Bahasa Toba, Karo, Nias, maupun Angkola.
“Kalau bahasa sudah hilang, maka Pakpak itu sendiri pun hilang,” tegasnya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa Jenjang Pembaca Awal.
Kegiatan ini diselenggarakan Balai Bahasa Sumatera Utara bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pakpak Bharat. Tujuannya meningkatkan keterampilan peserta dalam menyusun dan menerjemahkan cerita anak menggunakan dua bahasa sekaligus: Bahasa Pakpak dan Bahasa Indonesia.
Melalui karya sastra anak dwibahasa ini, diharapkan bahasa daerah semakin hidup di tengah masyarakat, serta menjadi sarana pewarisan nilai budaya bagi generasi muda.

















