SALAK – Anak-anak Kabupaten Pakpak Bharat memiliki hak yang sama untuk tumbuh dalam keamanan, perlindungan, dan kebahagiaan—baik di rumah, sekolah, ruang publik, maupun ruang digital. Mereka juga berhak berteman dengan siapa saja, tanpa terhalang perbedaan apa pun.
Demikian pesan tertulis Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifatul Chori Fauzi, yang dibacakan dalam Upacara Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Lapangan Napa Sengkut, Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Kamis ini.
“Karena perbedaan itu biasa, dan berteman itu luar biasa,” ujar Arifatul dalam pesannya. Ia mengingatkan, jika anak-anak merasa tidak nyaman, mengalami kekerasan, atau melihat teman mengalaminya, jangan diam. “Ceritakan kepada orang dewasa yang kalian percaya, atau hubungi layanan SAPA 129. Negara akan hadir untuk kalian.”
Menteri PPPA juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu mewujudkan perlindungan anak yang menyeluruh di seluruh Indonesia. Langkah ini, katanya, menjadi fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
“Ketika seluruh bangsa bersatu melindungi anak, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang terlindungi hari ini akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, dan sejahtera,” tambahnya.
Upacara peringatan tingkat Kabupaten Pakpak Bharat ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan perlindungan anak, perwakilan Forum Anak, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta tamu undangan lainnya.//Raja.S
















